Sketsa Penembak Misterius Pejagalan Segera Disebar

Kepala Kepolisian Resor Jakarta Utara Komisaris Besar Reza Arief mengatakan penyidik sudah mengantongi ciri-ciri kedua penembak misterius di Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Polisi memperoleh ciri-ciri pelaku pembunuhan tersebut dari rekaman dua kamera pengawas (closed circuit television/CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan rekaman CCTV yang dicocokkan dengan keterangan para saksi, polisi sedang membuat sketsa wajah pelaku. “Secepatnya akan disebarkan ke masyarakat,” kata Reza saat dimintai konfirmasi, kemarin. Polisi telah membentuk tim khusus untuk mempercepat penyelidikan kasus penembakan pada 20 Juli lalu itu. Tim tersebut beranggotakan personel gabungan Kepolisian Sektor Penjaringan, Polres Jakarta Utara, dan Kepolisian Daerah Metro Jaya.

baca juga : http://eurochart.org/cara-membuat-rumah-menjadi-nyaman/

Pada 20 Juli malam itu, Herdi Sibolga, 45 tahun, ditembak dua orang tak dikenal setelah turun dari mobil, tak jauh dari gang menuju rumahnya di Jalan Jelambar Fajar, Gang Code, Penjaringan. Sehari-hari, korban dikenal tetangga bekerja sebagai pengusaha dan pembuat dokumen kapal. Dia tinggal di rumah bersama istri dan empat anaknya. Seorang saksi mengaku melihat pelaku bolak-balik menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX warna abu-abu di sekitar lokasi kejadian.

Ketika Herdi turun dari mobil dan berjalan menuju Jalan Jelambar Fajar, pelaku membuntuti dan menembak korban pada kepala dan dadanya. Berdasarkan keterangan saksi, menurut Reza, kedua pelaku tak mengenakan helm ataupun penutup wajah. Seorang pelaku berambut cepak. Pelaku lainnya hanya memakai topi.

Polisi menemukan satu proyektil peluru di dalam gudang dekat tempat kejadian. Satu proyektil lain ditemukan tim dokter forensik di kepala korban. “Pelaku diduga menggunakan pistol pabrikan kaliber 9 milimeter. Tapi, untuk lebih pasti, tunggu hasil Laboratorium Forensik,” kata Reza. Penyidik masih menyelidiki motif pembunuhan.

Menurut Reza, tak ada satu pun barang berharga milik Herdi yang diambil pelaku. Polisi sempat menduga pembunuhan ini berlatar belakang urusan bisnis. Tapi, menurut keluarga, korban tak sedang bermasalah dalam berbisnis. “Kami juga sudah memeriksa karyawan di kantor korban.” Adapun kemungkinan keterlibatan orang dekat, menurut Reza, “Masih kami pelajari.”

Kemarin, Tempo mendatangi lokasi penembakan. Cici, penjaga gudang, menuturkan polisi telah mengidentifikasi lubang bekas tembakan pada dinding gudang. Dari dalam gudang itu, menurut Cici, polisi membawa benda kecil mirip proyektil peluru.

Adapun rumah korban kemarin tampak sepi. Pagar hitam setinggi 2 meter yang melindungi rumah itu terkunci rapat.“Mereka memang agak tertutup,” kata Danang, tetangga yang ditemui di lokasi kejadian.